PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI INDUSTRI
PENGERTIAN
DAN KLASIFIKASI INDUSTRI
A. Pengertian Industri
Industri
adalah kegiatan ekonomi yang mengelolah barang mentah, bahan baku, barang
setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi
untuk penggunaanya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industr.
Dari pengertian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Kegiatan
ekonomi, yaitu aktivitas manusia yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan
yang bertujuan menghasilkan barang dan jasa.
b. Bahan
mentag, yaitu bahan yang didapat dari sumber daya alam dan diperoleh dari usaha
manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjut seperti kapas industri tekstil.
c. Bahan
baku industri, yaitu bahan mentah yang diolah dan dapat dimanfaatkan sebagai
sarana industri, seperti kain untuk garmen/konveksi.
d. Bahan
setengah jadi, yaitu bahan mentah atau bahan baku yang telah mengalami satu
atau beberapa tahap proses industri yang dapat diproses lebih lanjut menjadi
barang jadi seperti kayu untukmebel.
e. Barang
jadi, yaitu barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk konsumen akhir
seperti semen dan minyak goreng.
f.
Rancang bangun, yaitu kegiatan industri
yang berhubungan dengan perencanaan pendirian industri secara keseluruhan atau
bagian-bagiannya.
g. Rekayasa
industri, yaitu kegiatan industri yang berhubungan dengan perancangan dan
pembuatan mesin-mesin /peralatan pabrik serta peralatan industri lainya.
h. Mengelolah
menjadi barang bernilai lebih tinggi penggunaannya yaitu menjadikan barang
lebih tinggi baik secara ekonomi atau pemanfaatnya seperti industri
perakitan/assembling.
Pengertian
industri juga dijelaskan dalam Undang-Undang No 3 Tahun 2014 tentang
perindustrian. Dalam undang-undang ini industri diartikan seluruh kegiatan
ekonomi yang mengelolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri,
sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih
tinggi termasuk jasa industri.
B.
Klasifikasi
Industri
Industri
dapat diklasifikasikan menjadi bebrapa jenis menurut kriteria tertentu. Berikut
beberapa jenis klasifikasi industri tersebut.
a.
Berdasarkan
jumlah tenaga kerja
Industri berdsarkan tenaga kerjanya
dibedakan menjadi tiga yaitu industri besar, sedang, kecil, dan rumah tangga.
1.) Industri
besar memiliki jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri-cirinya antara
lain.
-
Membutuhkan modal besar
-
Menggunakan mesin-mesin berat dan modern
-
Lebih banyak menggunakan tenaga mesin
daripada tenaga manusia
-
Produk yang dihasilkan untuk kebutuhan
dalam negeri dan diekspor
-
Manajemen perusahaan sangat rapi
-
Pembagian kerja jelas
2.) Industri
sedang, memiliki jumlah tenaga kerja 20-99 orang. Ciri-cirinya antara lain.
-
Modal lebih besar daripada industri kecil
-
Sudah menggunak teknologi, namun masih
banyak menggunakan tenaga manusia
-
Sudah menerapkan manajemen meskipun masih
sederhana
-
Sudah ada pembagian kerja
3.) Industri
kecil, memiliki jumlah tenaga kerja kurang dari 20 orang. Ciri-cirinya antara
lain.
-
Modal yang dibutuhkan lebih besar daripada
industri rumah tangga
-
Menggunakan teknologi sederhana
-
Merupakan usaha sampingan untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari
4.) Industri
rumah tangga, memiliki jumlah tenaga kerja kurang dari 5 orang. Ciri-cirinya
antara lain.
-
Modal yang digunakan relatif kecil
-
Peralatan yang digunakan sederhana dan
bukan mesin
-
Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-sehari
b.
Berdasarkan
produktivitas perorangan
Berdasarkan produktivitas perorangan,
industri dibedakan menjadi industri primer, sekunder, dan tersier.
1.) Industri
primer, yaitu kegiatan industri yang mengelolah bahan menta tanpa pengelolahan
lebih lanjut seperti industri penggilingan padi, gula, dan teh.
2.) Industri
sekunder, yaitu kegitan mengolah bahan baku menjadi barang jadi, contoh
industri elektronik dan tekstil.
3.) Industri
tersier, yaitu industri yang menghasilkan produk bukan barang melainkan berupa
jasa, contohnya pariwisata dan perdaganggan.
c.
Berdasarkan
bahan baku
Industri bahan baku dibedakan menjadi
industri ekstraktif dan nonekstraktif.
1.) Industri
ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunya langsung dari alam, msalnya
pertanian, kehutanan, perikanan.
2.) Industri
nonekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunya dari tempat lain/industri lain
seperti industri garmen/lonveksi.
3.) Industri
fasilitatif, yaitu industri yang menjual jasa untuk keperluan orang lain.
Contoh industri fasilitatif antara lain pariwisata, perdagangan, dan perbankan.
d.
Berdasarkan
bahan mentah
Industri menurut bahan mentahnya,
dibedakan menjadi industri agraris dan non agraris.
1.) Industri
agraris, yaitu industri yang mengelolah bahan mentah dari hasil pertanian.
Contoh industri agraris misalnya kopi, karet, dan minyak kelapa sawit.
2.) Industri
nonagraris, yaitu industri yang mengelolah bahan mentah dari hasil
pertambangan. Contoh industri non agraris antara lain industri semen, besi
baja.
e.
Berdasarkan
tahapan proses produksi
Jika dilihat tahapan proses tahapan
produksinya, industri dibedakan menjadi dua yaitu industri hulu dan hilir.
1.) Industri
hulu, yaitu industri yang tahap produksinya mengelolah bahan mentah dan bahan
baku menjadi barang setengah jadi contohnya industri karet, tekstil, dan kayu
lapis.
2.) Industri
hilir yaitu industri yang tahap produksinya mengelolah barang setengah jadi
menjadi barang jadi contoh indistri hilir adalah industri mebel,sepatu, dan
garmen.
f.
Berdasarfkan
hasil produksinya
1.) Industri
berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin dan alat produksi. Contoh industri
berat di antaranya industri alat transportasi, komputer, dan mesin percetakan.
2.) Industri
ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang jadi/siap pakai dan langsung
dikonsumsi ileh masyarakat seperti industri sabun, makanan dan minuman, serta
obat-obatan.
g.
Berdasarkan
lokasi unit usaha
1.)
Market
oriented industy (industri yang berorientasi pada pasar),
dibangun mendekati konsumen. Syarat industri berorientasi pada pasar antara
lain.
-
Produk yang dihasilkan lebih berat dari
bahan bakunya
-
Produk yang dihasilkan lebih mudah
diangkut setekah pengelolahan
-
Bahan baku yang digunakan tidak mudah
rusak
-
Cepat berubah baik modal maupun
teknologinya
-
Wilayah pasar luas
2.)
Power
oriented industry (industri yang berorientasi pada tenaga
kerja), dibangun di tempat-tempat pemusatan penduduk. Syarat industri
berorientasi tenaga kerja antara lain.
-
Didirikan di daerah yang memiliki banyak
tenaga kerja
-
Industri ini bersifat karya
-
Tenaga kerja dibedakan menjdai tenaga
kerja terampil dan tenaga kerja kasar
3.)
Transportastion
oriented industry (industri yang berorientasi pada biaya
pengangkutan), yaitu dibangun di tempat yang lancar transportasinya baik untuk
mengangkut bahan baku maupun distribusinya.
4.)
Row
material oriented industry (industri yang berorientasi pada
bahan baku), yaitu dibangun mendekati sumber bahan baku. Syarat industri ini
ialah.
-
Bahan baku mudah rusak
-
Bahan baku lebih berat daripada produk
yang dihasilkan
-
Pengankutan hasil produksi (distribusi)
lebih mudah dibandingkan pengangkutan bahan baku
5.)
Foot
lose industry (industri yang dapat dibangun di mana
saja)
h.
Berdasarkan
daerah pemasarnnya
1.) Industri
lokal, yaitu industri yang pemasaranya hanya dilakukan di dalam negeri.
2.) Industri
dasar, yaitu industri yang pemasarannya meliputi dalam dan luar negeri.
i.
Berdasarkan
struktur permodalannya
1.) Industri
PMDN, yaitu industri yang permodalannya secara keseluruhan berasal dari
penanaman modal dalam negeri oleh pemerintahan atau pengusaha nasional.
2.) Industri
PMA, industri yang permodalannya secara keseluruhan berasal dari penanam asing
(investor asing)
3.) Industri
patungan, industri yang permodalnnya berasal dari kerja sama antara swasta
nasional dengan swasta asing dengan perbandinga jumlah modal yang telah
ditentukan.
j.
Berdasarkan
yang mengusahakannya
1.) Industri
rakyat, yaitu industri yang diusahakan oleh rakyat
2.) Industri
negara, industri yang diusahakan oleh negara dan umumnya merupakan BUMN.
k.
Berdasarkan
modal dan penggunaan tenaga kerja
1.) Industri
padat modal, yaitu kegiatan industri yang lebih banyak membutuhkan modal dalam
bentuk uang dan peralatan dengan teknologi tinggi.
2.) Industri
padat karya, kegiatan industri yang lebih banyak membutuhkan dan menggunakan
tenaga kerja.
l.
Berdasarkan bahan dasarnya
1.) Industri
campuran, yaitu industri yang memproduksi lebih labih dari satu jenis barang.
2.) Industri
trafik, yaitu industri yang seluruh bahan mentahnya diperoleh dari impor.
3.) Industri
konfeksi, yaitu industri yang membuat pakaian atau busana.
4.) Industri
perakitan, yaitu industri yang pekerjaanya hanya merakit beberapa komponen
barang jadi.
Komentar
Posting Komentar